Sejarah Fotografi Dunia Dan Indonesia Yang Perlu Diketahui

Diposting pada

ARISTO.ID Selama ini kita hanya tahu tentang cara nya mengambil foto dengan kamera saja. Tapi apakah kita juga tahu Sejarah Fotografi dari awal hingga sampai sekarang ??? Tahukah kita siapa saja tokoh tokoh penting yang punya andil dalam dunia Fotografi di dunia dan juga di Indonesia ??

Pada kesempatan kali ini saya akan coba membahas nya secara lengkap mulai dari awal ide Fotografi sampai saat sekarang ini. Sampai era digital yang sedang berlangsung saat ini.

Apa Itu Fotografi ??

 

images

Menurut Wikipedia Fotografi itu berasal dari bahasa Yunani yaitu Photos yang berarti cahaya dan Grafo yang berarti menulis / melukis. Jadi Fotografi itu adalah teknik atau proses melukis dengan media berupa cahaya.

Jadi proses Fotografi ini adalah proses dimana kita akan merekam suatu obyek yang terkena cahaya yang nanti nya akan menghasilkan sebuah foto atau gambar. Alat untuk merekam cahaya tersebut biasa kita kenal dengan nama Kamera.

Jadi bisa di artikan tanpa cahaya kita tidak akan bisa melakukan pengambilan foto.

Sejarah Fotografi Di Dunia

Fenomena yang berhubungan dengan dunia Fotografi sebenarnya sudah terjadi jauh pada abad 5 sebelum Masehi. Tepatnya seorang yang bernama Mo Ti yang menemukan sebuah gejala yang berkaitan erat dengan awal di temukannya Fotografi.

Mo Ti menyadari jika di dalam sebuah ruangan yang sangat gelap jika terdapat sebuah lubang kecil atau biasa di sebut ( Pinhole ). Maka bagian dalam ruangan yang sangat gelap tadi akan merefleksikan pemandangan dari luar secara terbalik melalui lubang kecil tadi. Namun hal tersebut tidak ditindak lanjuti secara serius.

Camera Obscura

Fenomena yang ditemukan oleh Mo Ti diatas disebut dengan Fenomena Camera Obscura yang pada tahun 1661 diciptakan lah Camera Obscura oleh ilmuwan yang bernama Johannes Kepler. Camera Obscura tersebut adalah sebuah kotak tenda yang sangat gelap dan di dalamnya diberi lubang kecil untuk masuknya cahaya.

Kemudian dari lubang tersebut cahaya di pantulkan pada sebuah kertas sehingga membentuk refleksi pemandangan dari luar kotak tenda tersebut.

Foto Heliografi

Pada tahun 1826 seorang yang berkebangsaan Perancis yaitu Joseph Nicephore Niepce berhasil menghasilkan sebuah gambar atau foto pertama dalam dunia Fotografi dengan menggunakan proses Heliogravure. Heliogravure sendiri adalah proses yang mengekposed pemandangan dari jendela kamar Joseph Nicephore Niepce selama 8 jam di atas plat logam yang sudah di lapisi aspal.

Jadi foto dari Joseph Nicephore Niepce inilah yang menjadi foto pertama di dunia Fotografi yang sampai sekarang masih disimpan di University Of Texas di Amerika Serikat. Berikut foto pertama kali di dunia yang dibuat oleh Joseph Nicephore Niepce.

Sejarah Fotografi

Daguerreotype

Penelitian tentang Fotografi terus berlanjut dan tepatnya pada tanggal 19 Agustus 1839 Louis-Jacques Mande’ Daguerre dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya. Karena foto ini tampak jelas tidak seperti foto di atas karya Josseph yang masih nampak kabur atau buram.

Baca Juga Belajar Fotografi Lewat GPI Grup

Foto ini diambil dengan metode yang dinamakan Daguerreotype. Daguarreotype adalah proses membuat sebuah foto dengan plat tembaga perat yang di lapisi dengan Iodin yang langsung disinari selama satu setengah jam dengan pemanas merkuri atau Neon.

Kemudian plat tersebut dicuci dengan larutan garam dan air suling. Daguerre sebenarnya ingin mematenkan temuannya ini namun pemerintah Perancis berpikir bahwa temuan ini sebaiknya dibagikan secara cuma cuma ke seluruh dunia.

Berikut foto pertama sebenarnya.

Sejarah Fotografi

Dari situ lah kemudian ilmu Fotografi semakin berkembang sampai sekarang. Mulai dari jamannya Kodak yang menggunakan film sebagai media dalam pengambilan gambar sampai sekarang ini yang kita kenal dengan era nya kamera digital yang sudah tidak lagi memerlukan film.

Begitu mudahnya kamera jaman sekarang dengan berbagai kecanggihan di dalamnya. Dulu untuk membuat sebuah foto hitam putih yang kabur saja di perlukan sebuah kamera yang sangat besar. Namun sekarang kita bisa mengambil gambar dengan kualitas yang sangat baik hanya dengan kamera yang hanya sebesar buah mangga saja.

Sejarah Fotografi Di Indonesia

Itu tadi sedikit cuplikan tentang Sejarah Fotografi di dunia dan sekarang saatnya kita membicarakan tentang Sejarah Fotografi di negara kita tercinta yaitu Indonesia.

Fotografer Belanda

Di Indonesia sendiri Fotografi pertama kali diperkenalkan oleh seorang kebangsaan Belanda yang ditugaskan untuk mengabadikan tanaman tanaman dan keadaan alam di Indonesia saat masa penjajahan yaitu Juriaan Munich. Sebenarnya Juriaan Munich adalah tenaga medis saat ditugaskan pada tahun 1840 an.

Saat itu Juriaan Munich menggunakan metode Daguerreotype untuk mengambil gambar keadaan alam Indonesia. Karya nya yang paling terkenal adalah sebuah foto yang diberi judul ” Kali Madioen ”

Kemudian tugas dari Juriaan Munich diteruskan oleh Adolph Schaefer yang bertugas dan tiba di Jakarta ( saat itu bernama Batavia )pada tahun 1844. Karya dari Adolph Schaefer  sendiri yang terkenal adalah foto foto patung Hindu di Jawa dan juga foto Candi Borobudur.

Kedua orang tersebut adalah orang Belanda yang mulai memperkenalkan Indonesia dengan Fotografi. Kemudian siapakah orang asli Indonesia yang mempunyai peran penting dalam dunia Fotografi di tanah air ??

Fotografer Indonesia

Adalah Kassian Cephas yang merupakan orang asli Indonesia yang kemudian di angkat anak oleh orang Belanda dan disekolahkan pula ke Belanda. Kassian Cephas lahir pada tanggal 15 Februari 1844 di Yogyakarta. Walaupun asli pribumi namun nama Kassian Cephas sendiri baru dikenal setelah ditemukan literatur karya Fotografi nya buatan tahun 1875.

Sejarah Fotografi

Ada juga Mendur Bersaudara ( Frans Mendur dan Alex Mendur ) yaitu pribumi yang ditugas kan oleh Jepang pada saat penjajahan untuk bekerja di kantor berita mereka. Mendur bersaudara ini sangat fenomenal dan dikenal sebagai ikon Fotografer nasional.

Banyak sekali karya karya mereka yang sangat penting dan mempunyai nilai sejarah tinggi. Seperti mereka merekam pidato Proklamasi Presiden Soekarno, Foto Pidato dari  Bung Tomo, Foto saat Soeharto menjemput panglima Jendral Soedirman seusai perang gerilya di Jogja pada tahun 1949.

Mulai saat itulah Indonesia benar benar mulai mengenal dunia Fotografi yang semakin hari semakin banyak saja peminatnya hingga sekarang ini.

Itulah sedikit cerita tentang Sejarah Fotografi baik di dunia maupun di tanah air kita Indonesia Raya. Semoga dunia Fotografi kita semakin baik dan lebih dikenal dunia karena sangat banyak sekali keindahan keindahan alam di Indonesia yang layak kita eksplore. Semoga bermanfaat dan salam fotografi.

Gambar Gravatar

Hanya seorang anak muda dari Pekalongan yang mempunyai hobi Travelling dan juga Fotografi. Maka dari itu saya membuat blog www.aristo.id ini untuk wadah berbagi pengalaman. Support anda adalah semangat saya untuk berkarya.

8 thoughts on “Sejarah Fotografi Dunia Dan Indonesia Yang Perlu Diketahui

    1. Iyaa mbk. . . Untung kita sekarang dijaman yang super canggih. . .
      Bayang kan kalau dlo. . .mau selfie aja harus bawa” kamera yg super besar hehe

  1. Tulisan bagus mas Aristo.
    Gsnerasi muda haruslah memahami sejarah dengan baik. Termasuk feknologi yg akan terus berkembang
    G,luck

    1. Iyaa mbk. . . Karena kita bisa seperti sekarang ini kan karena sejarah juga. . . (Y)

  2. Sejarah fotografi ternyata panjang banget yah, dan menengok hasil foto jaman dulu dengan jaman sekarang sangat kentara sekali perbedaanya terutama dalam hal tehnologinya, namun walaupun tehnologi makin canggih dibidang fotografi hasil cetak foto jaman dulu dengan sekarang kok lebih awet foto jaman dulu yah….

    1. Kalo masalah awet kaya nya sama aja mas tergantung kita sebagai pengguna aja. . .
      Mngkin karena sekarang bikin foto sangat gampang jadi orang yaa menggampangkannya & gak dijaga makanya gak awet hehehe

  3. Tulisannya bagus 🙂
    Boleh saya kutip ya gan untuk tugas kuliah. Matursuwun 🙂

    1. Boleh om. . .asal jangan lupa cantumkan sumber dari website saya ini agar saya lebih semangat menulis lagi. . .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *