Blog Tentang Travelling Dan Fotografi

Monday, 7 December 2015

Peran Riset Bisnis Dalam Pengambilan Keputusan

Bagaimana peran riset bisnis dalam pengambilan keputusan? Dunia bisnis membutuhkan banyak informasi dari luar berkaitan dengan masalah konsumen, kecenderungan di massa yang akan datang, informasi saat ini dan sejarah perkembangan dunia bisnis. Oleh karena itu dunia bisnis memerlukan metode pencarian informasi yang dapat menghasilkan informasi yang benar dan akurat. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari yang sederhana atau tidak ilmiah sapai dengan cara yang sistematis sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku.

Bukti empiris sejarah menunjukkan bagaimana orang mencari informasi yang benar dan akurat. Informasi yang benar atau secara filsafati disebut juga sebagai kebenaran kadang diperoleh secara tidak sengaja atau kebetulan. Cerita mitos yang masih dipercaya sampai saat ini mengenai penemuan obat kina, merupakan contoh klasik bagaimana kebenaran dalam ilmu pengobatan diketemukan oleh manusia secara kebetulan. Ketika seorang ahli pengobatan mendengar mengenai adanya kolam yang berisi air yang dapat menyembuhkan sakit, yang oleh seseorang kemudia disebut sebagai sakti malaria; maka yang bersangkutan kemudian melakukan penelitian mengenai air kolam itu. Ternyata air kolam mengaundung zat kina yang berasal dari daun pohon kina yang berjatuhan di sekitar kolam tersebut.



Sesuai kodratnya, manusia sejak zaman purba banyak menggunakan instingnya dalam mencari kebenaran. Bahkan manusia zaman modern pun tidak jarang menggunakan insting dalam mencari kebenaran atas jawaban suatu masalah . seorang manajer berpengalaman sering hanya menggunakan insting atau naluri untuk menilai calon pegawai. Jika manajer tersebut bertemu orang dengan tipe tertentu, dia akan mengambil kesimpulan bahwa orang tersebut merupakan calon pegawai yang baik, loyal serta akan menunjukkan prestasi gemilang di kemudian hari. Sebaliknya jika dia melihat orang yang berpenampilan tidak rapi, datang terlambat, kurang menunjukkan semangat pada saat wawancara, manajer tersebut akan mengambil kesimpulan bahwa calon pegawai itu hanya akan menimbulkan masalah karena memiliki karakter dasar yang tidak menunjang untuk berkerja di perusahaanya.

Dalam mencari kebenaran banyak orang menggunakan otoritas atau wewenang, yang mengandung unsur paksa secara legal. Misalnya seorang pejabat yang menghukum bawahannya karena yang bersangkutan mangkir kerja selama beberapa hari. Pegawai tersebut kemudian dijatuhi sangsi sebagai akibat ketidakdisplinannya. Dalam hal ini langkah pejabat tersebut dianggap benar karena dia mempunyai wewenang untuk memberikan sangsi. Seorang polisi juga akan memperoleh kebenaran denga menggunakan wewenang dalam memeriksa seseorang yang dituduh sebagai pencuri, meski tuduhan itu belum didasari bukti yang kuat. Namun, polisi dibekali hak untuk melakukan penyidikan maka dia dibenarkan untuk melakukan pemeriksa terhadap orang tersebut.

Pada tataran yang lebih ilmiah manusia mencari kebenaran dengan menggunakan uji cobat, trial and error. Banyak percobaan dilakukan manusia untuk mencari kebenaran baik dalam kaitannya dengan masalah sosial maupun yang bukan sosial (non-sosial). Percobaan Thorndike mengenai bagaimana seekor kucing dapat melepaskan diri dari kotak masalah (problem box). Yang diciptakannya merupakan contoh uji coba yang populer di kalangan ilmu sosial. Percobaan itu memberikan gambaran bagaimana seekor kucing yang dimasukkan ke dalam kotak yang tertutup rapat dan hanya dapat keluar jika kucing tersebut dapat melepaskan simpul tali yang ujungnya diberi makanan sebagai “pancingan” agar kucing itu fokus pada usaha membuka simpul tali tersebut.

Cara-cara di atas sebenarnya mempunyai banyak kelemahan jika dikaji secara ilmiah. Orang kemudian melakukan berbagai upaya untuk membuat instrumen yang lebih ilmiah dan baku dalam mencari kebenaran. Inilah asal mula orang memikirkan bagaimana menemukan metode ilmiah atau yang dikenal sebagai metode penelitian. Tentunya prosesnya tidak sederhana karena berlangsung ratusan tahun denga berbagai tahapan berpikir yang beraneka ragam dari berbagai ahli sehingga kemudian muncul banyak aliran yang secara epistimologis sebenarnya sama. Yaitu bagaimana ilmu itu muncul dan berkembang karena penemuan manusia.

Dalam dunia bisnispun contoh di atas masih terjadi. Sekalipun demikian dengan semakin majunya cara berpikir yang didukung perkembangan teknologi modern maka orang mulai menggunakan cara ilmiah dan sistematis atau menggunakan metode ilmiah.

Itulah peran riset bisnis dalam pengambilan keputusan, semoga bermanfaat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Peran Riset Bisnis Dalam Pengambilan Keputusan