Blog Tentang Travelling Dan Fotografi

Sunday, 13 December 2015

Pengertian, Contoh, dan Perumusan Hipotesis Riset

WENEXT.NET Pengertian, Contoh, dan Perumusan Hipotesis Riset



Pengertian, Contoh, dan Perumusan Hipotesis Riset


Pengertian Hipotesis Riset


Apakah hipotesis itu? Ada banyak definisi hipotesis yang pada hakikatnya mengacu pada pengertian yang sama. Salah satunya mendefinisikan hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap masalah yang sedang diteliti.

Zikmund (1997, 111) mendefinisikan hipotesis sebagai “an uproven propotion or supposition that tentatively explain certains certain factc or phenomena; a probable answer to a research quesstion”. Hipotetis menurut zikmund adalah proposisi atau dugaan yang belum terbukti yang digunakan untuk menerangkan fakta atau gejala tertentu; atau disebut juga sebagai jawaban sementara terhadap suatu riset.

Davis dan Cozensa (1985 : 24) mendifinisikan hipotesis sebagai pernyataan mengenai hubungan antar dua variabel atau lebih yang mengakibatkan adanya implikasi untuk pengujian hubungan tersebut.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis mengandung elemen pengertian sebagai berikut: pertama, hipotesis merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap masalah riset; kedua, pernyataan hipotesis mengandung setidak-tidaknya hubungan dua variabel.

Asal dan Fungsi Hipotesis


Hipotesis dapat diturunkan dari teori yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Misalkan seorang peneliti akan melakukan penelitian mengenai jam kerja. Adar dapat menurunkan hipotesis yang baik maka sebaiknya dia membaca teori mengenai penentuan manajemen sumber daya manusia.
Kasus:
Pegawai mempunyai tingkat kepuasan kerja dikarenakan adanya kompensasi yang memadai yang berupa gaji, insentif dan bonus. Jika ketiga komponen tersebut selalui diberikan kepada para pegawai maka motivasi dan semangat kerja pegawai akan meningkat.
Hipotesis:
Kepuasan kerja pegawai mempunyai hubungan dengan sistem kompensasi finansial yang diberikan oleh perusahaan.

Pertimbangan dalam Merumuskan Hipotesis


Dalam merumuskan hipotesis, peneliti perlu pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

  • Hipotesis harus mengekpresikan hubungan antara dua variabel atau lebih. Maksudnya, dalam merumuskan hipotesis, seorang peneliti harus setidak-tidaknya mempunyai dua variabel yang dikaji. Kedua variabel tersebut adalah variabel bebas dan variabel tergantung. Contoh jam kerja dan stress kerja.

  • Hipotesis harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda. Artinya, rumusan hipotesis harus bersifat spesifik dan mengacu pada satu makna. Tidak boleh menimbulkan penafsiran lebih dari satu. Contoh: Ada hubungan antara jumlah jam kerja pegawai dengan stress kerja.

  • Hipotesis harus dapat diuji secara empiris. Maksudnya adalah memungkinkan untuk diungkapkan dalam bentuk opersional dan dapat dievaluasi berdasarkan data yang didapatkan secara empiris.


Menurut bentuknya, hipotesis dibagi menjadi tiga:

  1. Hipotesis penelitian/kerja : merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji. Dalam hipotesis ini peneliti menganggap benar hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan penelitian. Misalnya : Ada hubungan antara jumlah bonus dengan tingkat kepuasan kerja.

  2. Hipotesis Operasional : merupakan hipotesis yang bersifat objektif. Artinya peneliti merumuskan hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan objektivitasnya, bahwa hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan hipotesis pembanding yang bersifat objektif dan netral, atau yang secara teknis disebut hipotesis nol (H0). H0 digunakan untuk memberikan keseimangan pada hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya hipotesis penelitian tergantung pada bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian. Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara jumlah bonus dengan tingkat kepuasan kerja.

  3. Hipotesis statistik : merupakan jenis hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadapa populasi dalam bentuk angka (kuantitif). Misalnya H0: p = 0; untuk H0 dengan bunyi persentase kenaikan jam kerja tidak berhubungan dengan stress kerja.



Cara merumuskan Hipotesis


Cara merumuskan hipotesis ialah dengan tahapan merumuskan hipotesis penelitian, hipotesis operasional dan hipotesis statsitik. Tahapan merumuskan penelitian dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang kita buat dan menyatakan dalam bentuk kalimat.

Contoh 1 : Hipotesis asosiatif

Rumusan masalah:

  • Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai?


Hipoteisi penelitian :

  • Ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai.


Tahap merumuskan hipotesis operasional dilakukan dengan mendefinisikan hipotesisi secara operasional variabel-variabel yang ada di dalamnya agar dapat dioperasionalisasikan sebagai cara memberikan instruksi terhadap bawaan. Kinerja pegawai dioperasionalisasikan sebagai tinggi-rendahnya pemasukan perusahaan. Hipotesis operasional dijadikan dua, yaitu hipotesis 0 yang bersifat netral dan hipotesis 1 yang bersifat tidak netral atau didasarkan pada asumsi.

Jadi rumusan hipotesi operasionalnya:
H0 : Tidak ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawaan dengan tinggi-rendahnya pemasukan perusahaan.

H1 : Ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi-rendahnya pemasukan perusahaan.

Hipotesis statistik ialah operasional yang diterjemahkan ke dalam bentuk angka-angka statsitik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti. Dalam contoh ini asumsi kenaikan pemasukan adalah sebesar 30%.

Demikianlah  artikel mengenai Pengertian, Contoh, dan Perumusan Hipotesis Riset. Semoga bermanfaat untuk anda.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian, Contoh, dan Perumusan Hipotesis Riset