Blog Tentang Travelling Dan Fotografi

Friday, 25 December 2015

Fushimi Inari Shrine Atau Fushimi Inari Taisha Di Kyoto

ARISTO.ID.  Bagi yang pernah berkunjung atau masih merencanakan kunjungan ke Kyoto pasti Fushimi Inari Shrine atau Fushimi Inari Taisha termasuk dalam daftar tempat yang wajib di kunjungi. Siapa yang tidak kenal dengan kuil yang satu ini, dengan ciri khas gerbang berwarna merah yang berjajar di jalur pendakian nya pasti menggoda para traveller untuk berpose disana, termasuk saya, hehehe. Dan Alhamdulillah nya September 2015 kemarin saya berkesempatan berkunjung ke Fushimi Inari.


Kyoto merupakan bekas ibukota Jepang sebelum akhir nya pusat pemerintahan di pindah ke Tokyo, bisa di bilang merupakan Yogyakarta nya Indonesia lah. Di Kyoto banyak situs situs bersejarah tentang perkembangan pemerintahan Jepang dan merupakan pusat dari budaya di seluruh Jepang. Di sini kita bisa benar benar menikmati Jepang sesungguhnya dengan ke anekaragaman budaya dan adat nya yang masih kental. Tidak seperti di Tokyo yang merupakan kota megapolitan yang sangat padat dengan kegiatan warga nya, di Kyoto kita bisa merasakan sedikit ketenangan.
Fushimi Inari Shrine / Taisha

Fushimi Inari Shrine / Taisha


Banyak sekali tempat tempat di Kyoto yang bisa di jadikan tujuan wisata budaya Jepang maupun wisata sekedar melepas penat dari kesibukan sehari hari pekerjaan. Dan kali ini saya akan mencoba membahas lebih lengkap tentang Fushimi Inari Shrine atau Fushimi Inari Taisha.




Sejarah Dari Fushimi Inari Shrine / Taisha


Fushimi Inari Shrine / Taisha


Fushimi di bangun pada tahun 711 oleh Klan Hata, atas perintah kaisar yang ingin membangun sebuah kuil di Gunung Inari untuk tiga Kami ( Tuhan / Dewa dalam bahasa Jepang ) yaitu Oomiyame no mikoto, Ukanomitama no mikoto, dan Sarutahito no mikoto. Namun dalam catatan Yamashiro No Kuni Fudoki yang merupakan catatan sejarah Provinsi Yamashiro mengatakan bahwa dahulu nenek moyang dari Klan Hata yang merupakan keluarga kaya raya melakukan hal yang yang buruk dengan menyia nyiakan makanan. Saat itu Mochi dijadikan nya sebagai sasaran dalam berlatih memanah, dan dikisahkan mochi tersebut berubah menjadi burung dan pergi ke atas gunung. Dan di tempat burung tersebut hinggap tanaman nya tumbuh subur dan orang tersebut menyesal kemudian membawa tanaman tersebut turun dan di tanam kembali serta di tempat tersebut di bangun sebuah kuil. Kuil itu lah Fushimi Inari Taisha sekarang.


Setelah perang Oonin yang mengakibatkan terbakar nya area kuil pada tahun 1499 kuil utama dari Fushimi Inari kembali di bangun. Dan pada tahun 1700 an para pengikut dari Kuil Inari memiliki tradisi untuk membuat Torii ( Gerbang kuil sebagai pembatas antara kawasan tempat tinggal manusia dengan kawasan Kami ). Berhubung pengikut Kuil Inari saat itu sangat banyak sehingga dibangun lah 1000 Torii yang berderet di jalur menuju puncak Gunung Inari yang merupakan sumbangan dari pengikut kuil. Dan 1000 Torii tersebut lah yang merupakan tujuan wisata utama para turis untuk berfoto.



Fushimi Inari Shrine / Taisha


Fushimi Inari Shrine / Taisha

Inari Dan Rubah ( Ketsu )


Inari adalah salah satu Dewa di Jepang, dan kata Inari sendiri berasal dari kata Ine yang berarti tanaman padi jadi bisa dibilang kalau Kuil Inari itu adalah Kuil yang memuliakan Dewa Padi. Dan selain Dewa Padi, Inari juga di percaya sebagai Dewa Palawija, dan Dewa Makanan. Dan di Jepang sendiri sebenar nya Kuil Inari berjumlah ribuan namun ada 3 kuil yang terbesar yaitu Fushimi Inari di Kyoto ( yang sedang kita bahas ), Yuutoku Inari di Kashima ( Saga ken ) dan Toyokawa Inari di Toyokawa ( Aichi Ken ).


Nama lain dari Inari adalah Miketsu no Kami yang dalam bahasa Jepang kuno ketsu berarti rubah dan miketsu berarti tiga rubah. Dalam kepercayaan orang Jepang rubah khusus nya pengikut Inari rubah di percaya sebagai pembawa pesan dan di sebagian besar kuil kuil inari di Jepang pasti terdapat patung rubah yang membawa permata di mulut nya.



Fushimi Inari Shrine / Taisha

Akses Ke Fushimi Inari Shrine


Akses menuju ke Fushimi Inari cukup mudah, dari Kyoto Station menggunakan JR Nara Line dan langsung turun di Inari Station. Perjalanan hanya 6 menit dan harga tiket kereta nya 140 yen saja. Dari Inari Station kita langsung di hadapkan dengan gerbang Kuil Inari.

Setelah masuk kedalam area Fushimi Inari ada persimpangan dan kebanyakan para pengunjung memilih ke kanan karena di sana lah tempat 1000 Torii yang berjejer megah. Namun saat saya disana susah sekali mendapat kan tempat yang bagus untuk hunting foto berhubung pengunjung saat itu sedang ramai ramai nya jadi harus ekstra sabar menunggu jalanan sepi. Pada 1000 Torii tersebut sebaik nya mengambil foto ke arah belakang karena arah belakang tersebut pada Torii terdapat tulisan kanji nya sedang kan di sebalik nya tidak ada.


Selain 1000 Torii dan Kuil Inari nya sendiri di area Fushimi Inari Shrine juga terdapat aneka jajanan khas Jepang yang di jajakan disana. Dan pilihan saya adalah Takoyaki, pertama kali saya makan Takoyaki di Jepang karena sebelum nya jarang saya makan jajanan Jepang. Dan ternyata rasa Takoyaki tidak mengecewakan alias sangat enak, dan sejak itusaya jadi sering jajan Takoyaki. hehehe.



Fushimi Inari Shrine / Taisha

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Fushimi Inari Shrine Atau Fushimi Inari Taisha Di Kyoto