Blog Tentang Travelling Dan Fotografi

Saturday, 18 February 2017

Mendaki Untuk Idealisme? Kenali Dulu Sosok Pria Bernama Soe Hok Gie

Mendaki Untuk Idealisme? Kenali Dulu Sosok Pria Bernama S0e Hok Gie. Apakah salah satu dari kita mendaki untuk idealisme? Kenali dulu sosok pria bernama Soe Hok Gie. Siapa, bagaimana dan mengapa pendakian bisa begitu dekat dengan sosok idealisme ini?

Mendaki Untuk Idealisme? Kenali Dulu Sosok Pria Bernama Soe Hok Gie:


Mendaki Untuk Idealisme? Kenali Dulu Sosok Pria Bernama Seo Hok Gie


  1. Soe Hok Gie dan Pendakian




Siapa sebenarnya Soe Hok Gie? Apa hubungannya dengan mendaki dan idealisme? Berbicara soal tokoh fenomenal yang filmnya diangkat dalam bingkai wajah Nicholas Saputra ini memang tiada habisnya. Banyak hal yang sangat unik dan menarik dibalut dengan sejarah yang tidak bisa dibilang mudah.

Sosok tersebut adalah salah satu pemuda yang menjadi korban dalam penaklukan puncak Mahameru tahun 1969. Dengan gagah berani, Soe Hok Gie yang memang gemar mencari idealismenya di atas gunung melangkah menuju gunung tertinggi di Jawa Timur itu. Tidak heran, banyak pendaki senior yang menjadikannya sebagai panutan dalam mengobarkan semangat pendakian di tengah kegamangan era seperti zaman Soe Hok Gie.


  1. Latar Belakang Pendakian Soe Hok Gie




Lahir pada tanggal 17 Desember 1942, Seo Hok Gie menjadi salah satu aktifis yang melakukan demonstrasi untuk idealismenya pada tahun – tahun perkuliahan di Universitas Indonesia. Selain lewat demonstrasi, ia pun melakukan berbagai pendakian agar dapat mengutuhkan idealismenya.

Karena kecakapan dan kemampuan pendakiannya yang baik, ia dinobatkan sebagai Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala UI). Sebelum Puncak Mahameru, ia telah berhasil menaklukkan Gunung Slamet dengan ketinggian 3.442 mdpl. Karena sosoknya yang berbeda dari kebanyakan orang membuat ulasan tentangnya. Bahkan sebuah buku berjudul Catatan Seorang Demonstran juga menjadi saksi bisu perjuangannya menyuarakan idealisme lewat gunung.
Baca Juga Gunung di Indonesia yang Menantang untuk Didaki



  1. Pendakian dan Puisi




Sebenarnya pendakian yang dilakukan bukan hanya untuk mencipta puisi atau kata – kata. Soe Hok Gie lebih menginginkan adanya aktualisasi diri dalam idealismenya yang masih sulit diterapkan. Banyak kalimat diucapkannya sebagai bentuk rasa tidak nyaman pada era yang menggelutinya.

Soe Hok Gie memberikan jawaban atas pertanyaan terakhir, mengapa ia memilih mendaki gunung di saat polemik terjadi pada zamannya? Jawabannya cukup sederhana yakni ia dan para pendaki lainnya ingin mengatakan bahwa tidak ada slogan yang membuat mereka percaya. Tidak akan tumbuh sebuah patriotisme dari slogan hipokrisi.

Menurut Soe Hok Gie, seseorang akan mencintai negaranya jika ia mengenal tanah air itu. Pemuda harus memiliki fisik yang sehat. Salah satunya adalah dengan menaiki gunung, dan puncak Mahameru adalah pilihannya.


  1. Kematian dan Idealisme Pendaki yang Tertinggal




Kematian pendaki senior yang satu ini pun cukup meninggalkan jejak – jejak pertanyaan yang mendalam. Bagaimana tidak, musibah itu terjadi begitu mendadak. Setelah melihat letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru, Soe Hok Gie merenung di pinggiran sungai kering dengan tatapan khas yang dimilikinya dan lutut terlipat di kedua dada serta tangan menopang dagu.

Ia menitipkan batu dan cemara pada salah seorang temannya. Dengan tersenyum, Soe Hok Gie mengatakan bahwa ini berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Ditengah letupan Kawah Jonggringseloko dan hujan rintik, keadaan mulai memburuk. Rombongan mencium perasaan tidak nyaman.

9 Tips Anti Mainstream Biar Eksis Jadi Pendaki

Hingga pada akhirnya, sang pendaki idealis itu mengalami kecelakaan pada 18 desember 1969 karena menghirup gas beracun. Saat senja datang, batu – batu kecil mulai berguguran dan teman – teman rombongan pendaki Mapala UI menyaksikan kejadian tersebut dengan terperanjat. Telah berpulang sosok pemuda pendaki idealis yang menginspirasi banyak orang.

Informasi singkat diatas menjelaskan banyak hal bahwa jika kita ingin mendaki untuk idealisme? Kenali dulu sosok pria bernama Soe Hok Gie, sang pendaki yang jujur dalam pikiran dan idealismenya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mendaki Untuk Idealisme? Kenali Dulu Sosok Pria Bernama Soe Hok Gie