Blog Tentang Travelling Dan Fotografi

Tuesday, 24 January 2017

Faktor Pembunuh Pendaki Di Indonesia Yang Perlu Diwaspadai

ARISTO.ID Faktor Pembunuh Pendaki Di Indonesia Yang Perlu Diwaspadai. Menjadi seorang pendaki tentu kita harus paham dan mengerti segala resiko yang bisa kita terima. Mulai dari resiko harus mampu membeli segala peralatan pendakian yang harganya tidak bisa dibilang murah sampai resiko saat melakukan pendakian. Banyak sekali resiko yang bisa kita alami selama proses pendakian mulai dari yang ringan hingga ada yang berujung dengan kematian.

Maka dari itu menjadi seorang pendaki bukanlah sebuah hobi yang menyenangkan saja namun juga menyimpan resiko yang berat. Terlebih jika kita tidak mengetahui ilmu ilmu apa saja yang dibutuhkan selama proses pendakian berlangsung. Bisa bisa kita tersesat, kehabisan logistik, menderita hyphotermia, kecelakaan bahkan bisa juga pulang tinggal nama.

Faktor Pembunuh Pendaki Di Indonesia Yang Perlu Diwaspadai


Maka dari itu untuk menghindari semua itu pembelajaran tentang ilmu pendakian sangatlah perlu dan penting sekali. Termasuk mewaspadai apa apa saja faktor pembunuh pendaki yang kali ini akan saya bahas. Dan berikut Faktor Pembunuh Pendaki Di Indonesia Yang Perlu Diwaspadai.

1.Hyphotermia


Faktor Pembunuh Pendaki Di Indonesia Yang Perlu Diwaspadai

Hyphotermia adalah salah satu pembunuh utama pendaki di ketinggian yang paling banyak kasusnya di Indonesia maupun di dunia. Hyphotermia bisa terjadi karena suhu di puncak yang terlalu ekstrem sehingga tubuh tidak mampu menahan dinginnya udara. Dan jika tidak ditangani dengan tepat bisa saja menyebabkan korbannya meninggal dunia.

Penanganannya antara lain adalah dengan memberikannya makanan yang mengandung kalori serta hangat. Selain itu kita juga harus menjaganya agar tetap sadar dan juga menyuruh korban agar tetap bergerak sehingga badan menjadi panas.
Selengkapnya mengenai Hyphotermia disini : Pembunuh Utama Pendaki Di Puncak Gunung Yaitu Hyphotermia

2.Kurang Perlengkapan


Perlengkapan pendakian sangatlah penting selain untuk melindungi kita dari berbagai hal juga akan berguna saat berada di ketinggian. Alat pendakian yang perlu dibawa antara lain adalah Sleeping Bag, Matras, Kompas, Senter, Pisau dan berbagai peralatan lainnya. Ribet memang membawa semuanya namun itu akan berguna jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan

Contoh mudahnya saja adalah kompas. Kita mungkin beranggapan tidak memerlukan kompas karena jalur menuju puncak sudah tersedia dan banyak pendaki juga yang melakukan trecking. Namun bagaimana kondisinya jika tiba tiba kita tersesat dan tidak tahu arah serta lokasi ???

3.Tersesat


Masih berhubungan dengan point no 2 diatas. Tersesat di dalam pendakian juga bisa menyebabkan kematian. Terlebih jika kita tersesat dalam waktu yang lama sehingga kehabisan segala macam logistik dan juga perlengkapan yang lain.

Maka dari itu sebelum melakukan pendakian di sebuah gunung hendaknya kita mempelajari terlebih dahulu medan dan jalur yang akan kita lewati. Bertanya kepada petugas pengelola taman nasional agar pendakian kita aman dan terbebas dari hal hal yang tidak diinginkan.

4.Jatuh Ke Jurang


Kemungkinan besar kalau hal ini terjadi akibatnya adalah meninggal dunia. Banyak faktor juga yang bisa menyebabkan kita jatuh dan terperosok kedalam jurang. Salah satunya karena kurang paham dengan jalur yang sedang dilewati sehingga tidak tahu kalau tanah yang sedang diinjak rawan.

Selain itu faktor kurangnya kehati hatian juga bisa menjadi penyebabnya. Karena terlalu asyik mendaki mungkin kita tidak memperhatikan kanan kiri jurang sehingga bisa saja terpeleset dan jatuh kebawah.

5.Kurangnya Ilmu Di Dunia Pendakian


Ilmu pendakian sangat wajib dikuasai jika kita memang berniat menjadi seorang pendaki. Jangan hanya modal punya tas Carrier dan sepatu trecking saja terus kita berani melakukan pendakian sendiri tanpa didampingi orang yang sudah ahli.

Banyak cerita cerita orang seperti itu berakhir tragis di gunung. Contoh simple nya saja soal makanan. Digunung banyak sekali buah buahan yang bisa kita makan dan yang tidak boleh dimakan karena mengandung racun. Tanpa ilmu tentu kita tidak akan bisa membedakan antara kedua jenis buah tersebut bukan ??

6.Logistik


Faktor Pembunuh Pendaki Di Indonesia Yang Perlu Diwaspadai

Bukan hanya di gunung bahkan di kota besar pun kita bisa mati jika tidak mempunyai stok logistik yang mencukupi. Jadi sebelum melakukan pendakian sebaiknya kita lakukan pengamatan terlebih dahulu kira kira akan berapa hari disana dan seberapa banyak kah logistik yang diperlukan.

Itu berfungsi agar kita membawa logistik yang pas tidak kekurangan dan juga tidak kelebihan. Kalaupun ada lebih sedikit saja untuk antisipasi kejadian yang tidak terduga. Maka dari itu persiapkanlah logistik sebaik baiknya sebelum melakukan pendakian.

7.Ceroboh


Kebanyakan pendaki alay meregang nyawa digunung karena sifat ini, yaitu ceroboh. Mereka tidak hati hati dalam melakukan aktifitas digunung misalnya saja saat pengambilan foto. Dokumentasi memang sangat penting tapi kita tidak perlu berlebihan dalam mengambilnya dan mengesampingkan faktor keselamatan.

Banyak pendaki yang meninggal hanya karena ingin berburu like dari media sosial dengan membuat foto yang se ekstrem ekstremnya. Diantaranya kasus beberapa waktu yang lalu yaitu seorang pendaki yang jatuh dari tebing puncak garuda karena hanya ingin mengambil foto selfie. Sangat disayangkan bukan ???
Baca Juga 7 Tips Sholat Di Gunung Saat Pendakian

Maka dari itu cintailah nyawa kita dengan selalu menjaga keselamatan dan keamanan saat melakukan aktifitas di alam. Jangan rusak lingkungan dan tempat dimana kita bermain. Semoga artikel Faktor Pembunuh Pendaki Di Indonesia Yang Perlu Diwaspadai bermanfaat. Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, Jangan mengambil apapun kecuali foto, Jangan membunuh apapun kecuali waktu. Terima kasih.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Faktor Pembunuh Pendaki Di Indonesia Yang Perlu Diwaspadai