Blog Tentang Travelling Dan Fotografi

Thursday, 26 May 2016

Teknik Fotografi : Mengenal Segitiga Eksposure

ARISTO.ID Teknik Fotografi : Mengenal Segitiga Eksposure. Memiliki hobi di dunia fotografi bukan sesuatu yang mudah, karena memang diperlukan keterampilan agar bisa menghasilkan gambar gambar yang luar biasa indah. Banyak sekali teori teori yang harus di pelajari dan di mengerti untuk menunjang karir di bidang fotografi, ya tentunya selain memperbanyak latihan dalam melakukan berbagai macam pemotretan. Salah satu bagian terpenting dari fotografi yang wajib di mengerti adalah tentang " Segitiga Eksposure " yaitu kombinasi antara ISO, Apperture dan juga Shutter Speed yang nanti nya bisa kita olah untuk menghasilkan karya yang bagus. Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan satu persatu tentang apa si yang di maksud Segitiga Eksposure itu ?


Apa Itu ISO ?



Komponen yang pertama kita bahas adalah ISO. ISO merupakan tingkat sensitifitas yang dimiliki oleh sensor kamera terhadap cahaya yang akan masuk, dalam penggunaan nya semakin tinggi nilai ISO maka semakin banyak pula cahaya yang akan masuk kedalam sensor dan semakin kecil nilai ISO maka semakin kecil pula cahaya yang akan masuk. Contoh mudah penggunaan ISO adalah di saat kita berada di kondisi gelap kita naikkan nilai ISO agar gambar yang di hasilkan terang namun saat kondisi terang misal nya saat jam 12 siang kita gunakan nilai ISO rendah agar gambar tidak terlalu terang.


Teknik Fotografi : Mengenal Segitiga Eksposure


Namun dalam perkembangan nya saat kita mulai mengenal tentang kamera pasti akan mengetahui masing masing kelemahan dan kerugian ISO rendah maupun ISO tinggi. ISO tinggi memang di tujukan untuk memotret di kondisi yang sedikit cahaya, namun biasa nya saat kita menggunakan ISO tinggi juga akan muncul " Noise "pada gambar. Noise adalah bintik bintik yang timbul pada gambar sehingga dengan ada nya noise kualitas gambar akan menurun drastis. Kemudian bagaimanakah cara mengambil gambar saat kondisi gelap tanpa memuncul Noise ? Kondisi ini bisa di akali dengan menggunakan Tripod, jadi walaupun keadaan gelap namun gambar yang kita hasilkan akan terang dan tanpa Noise.


" Nilai ISO ideal adalah 100 sampai 500 namun dalam kondisi tertentu ISO tinggi juga kadang di perlukan ".


Kemudian bagaimanakah jika kita ingin mengambil gambar saat kondisi yang terang atau banyak cahaya ? Kita bisa menggunakan nilai ISO yang kecil namun jangan terlalu kecil dan juga jangan terlalu besar. Jika terlalu besar biasa nya akan berakibat kepada hasil gambar akan menjadi pecah atau kurang tajam. Untuk mengatasi nya bisa baca artikel di bawah ini.


Baca Juga Cara Mengambil Gambar Siang Hari Agar Foto Yang Dihasilkan Tidak Pecah


Apa Itu Apperture Atau Bukaan Diafragma ?


 

Selanjutnya yang perlu kita kuasai juga adalah tentang Apperture. Secara mudah nya Apperture adalah besaran bukaan diafragma yang terjadi dalam sekali shutter atau sekali jepret. Semakin lebar bukaan diafragma maka semakin banyak juga cahaya yang masuk, begitupun juga sebalik nya. Biasa nya nilai dari Apperture di tandakan dengan F misal nya F1.8, F2.8, F3.5, F4 dan seterus nya sampai F22. Namun dalam pembacaan nya sedikit membuat bingung, ini saya alami sendiri saat pertama kali memegang kamera DSLR. Semakin besar nilai F maka akan semakin kecil bukaan diafragma yang terjadi, begitu juga sebaliknya.


Teknik Fotografi : Mengenal Segitiga Eksposure


Bisa dilihat dari gambar di atas, nilai F kecil berarti bukaan diafragma nya besar sedangkan nilai F besar berarti bukaan diafragma nya kecil. Kemudian apakah perbedaan yang akan di hasilkan dari perbedaan nilai F tersebut ? Biasa nya nilai F kecil di gunakan untuk memotret obyek model, portrait, atau pun animal yang memungkin kan background di belakang obyek menjadi blur. F kecil juga sangat cocok untuk memperoleh foto profil media sosial yang keren lho. Sedangkan untuk nilai F besar biasa nya di gunakan untuk mengambil gambar landscape yang bertujuan memperoleh titik fokus di keseluruhan bagian foto yang di ambil.


Apa Itu Shutter Speed ?



Yang terakhir dari bagian Segitiga Eksposure adalah Shutter Speed. Shutter Speed adalah kecepatan shutter yang di perlukan dalam mengambil satu buah gambar yang di hitung dalam satuan detik dari yang terendah sepersekian detik sampai yang terpanjang 30 detik. Untuk fungsi nya sendiri Shutter Speed cepat biasa nya di gunakan untuk memotret sesuatu yang bergerak dengan cepat seperti olahraga atau pun saat kita hendak memotret burung yang sedang terbang. Sedang kan Shutter Speed lambat biasa nya di gunakan untuk mengambil gambar landscape seperti air terjun atau pun ombak di pantai sehingga di dapat aliran air yang lembut.


Semakin lama Shutter Speed maka semakin banyak pula cahaya yang masuk dan semakin cepat Shutter Speed maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Maka dari itu biasa nya saat pengambilan gambar malam hari pun yang paling cocok adalah dengan menggunakan Shutter Speed lambat seperti saya katakan di atas pada pembahasab ISO. Dalam mode manual Shutter Speed terlambat yang tersedia adalah 30 detik namun jika di perlukan lebih dari 30 detik kita bisa menggunakan Mode Bulb yang pengaturan Shutter Speed nya tidak terbatas. Saat memainkan Shutter Speed lambat jangan lupa membawa peralatan wajib yaitu tripod dan juga remote.


Teknik Fotografi : Mengenal Segitiga Eksposure


Dari ketiga komponen segitiga eksposure di atas ke semua nya memiliki peran penting dalam menghasilkan gambar yang maksimal. Tentunya dalam setiap pengambilan di perlukan pengaturan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Untuk mengkombinasikannya pun tidak ada resep khusus yang harus di lakukan, melainkan kita harus memperbanyak praktek dan juga praktek memotret di lapangan agar semakin hafal dalam menentukan pengaturan kamera yang tepat saat melakukan pengambilan di segala kondisi. Karena percuma saja walaupun kita membaca beribu ribu artikel tentang fotografi namun tanpa praktek kita tidak akan mengalami kemajuan. Yang terpenting adalah praktek dan praktek, jadi perbanyak lah praktek tanpa mengurangi belajar teori nya juga secukupnya. Demikian artikel mengenai Teknik Fotografi : Mengenal Segitiga Eksposure semoga bisa bermanfaat dan terima kasih..

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Teknik Fotografi : Mengenal Segitiga Eksposure