Blog Tentang Travelling Dan Fotografi

Tuesday, 26 April 2016

Pembunuh Utama Pendaki Di Puncak Gunung Yaitu Hyphotermia

ARISTO.ID. Pembunuh utama pendaki di puncak gunung yaitu Hyphotermia. Sejak beberapa tahun belakang ini hobi pecinta alam atau pun pendakian gunung menjadi sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia khusus nya remaja remaja usia sekolah maupun kuliah. Dengan semakin populer nya hobi muncak di gunung ini tentu saja di barengi dengan muncul nya para pendaki dadakan yang hanya numpang eksis di puncak dan mencari stok foto untuk di upload di sosial media. Dan yang pasti para pendaki dadakan ini hampir bisa di katakan kurang mengetahui ilmu ilmu dasar pecinta alam bahkan tidak jarang dari mereka yang buta pengetahuan tentang mendaki gunung.


Hal tersebut tentu saja mengakibatkan meningkat nya jumlah kasus yang terjadi di gunung seperti kematian, tersesat dan kemudian hilang, jatuh ke jurang karena melewati area terlarang di luar jalur pendakian dan masih banyak lagi kasus lainnya. Sebenar nya hal tersebut bisa di hindari apabila kita paham akan ilmu tentang pecinta alam dan mau belajar tentang ilmu tersebut bukan sekedar mau numpang berfoto dengan caption " My Trip My Adventure " padahal pengetahuan tentang alam bebas nol besar.


Dan yang paling perlu di waspadai saat kita mendaki gunung adalah tentang Hyphotermia. Hyphotermia adalah salah satu penyebab kematian utama para pendaki di alam bebas, bukan karena di terkam hewan buas, bukan juga karena di culik oleh penunggu hutan atau hal mistis lainnya melainkan karena " Suhu ". Suhu dingin di puncak gunung akan sangat mematikan bagi para pendaki dadakan jika kita tidak tahu cara mencegah atau pun mengatasi nya Nah berikut ini akan saya coba bahas lebih lengkap nya mulai dari gejala, cara mencegah dan juga cara menangani Hyphotermia.


PEMBUNUH UTAMA PENDAKI DI PUNCAK GUNUNG YAITU HYPHOTERMIA



Gejala Yang Terjadi Pada Penderita Hyphotermia


Gejala yang terjadi pada orang yang terkena Hyphotermia biasa nya mirip seperti orang kesurupan makhluk gaib. Tapi bukan nya teriak teriak kepanasan karena di bacakan ayat Al Quran melainkan akan sedikit demi sedikit kehilangan kesadaran. Berikut beberapa gejala yang biasa di alami oleh pendaki yang terserang Hyphotermia.




  • Respon terhadap lingkungan kurang, dan sering menatap dengan pandangan kosong

  • Tidak bisa di ajak bicara layaknya orang normal, linglung seperti orang Amnesia

  • Wajah biasa nya terlihat putih pucat


Itu adalah beberapa gejala yang bisa kita lihat dari orang yang kemungkinan terkena serangan Hyphotermia. Sedangkan untuk korban nya sendiri akan merasakan beberapa gejala pula di antara nya adalah.



PEMBUNUH UTAMA PENDAKI DI PUNCAK GUNUNG YAITU HYPHOTERMIA

 




  • Pandangan mulai kabur dan badan menjadi lemas

  • Kesadaran mulai hilang dan juga merasakan kedinginan yang luar biasa

  • Tarikan nafas menjadi lambat bahkan dalam satu menit hanya 3 sampai 5 kali tarikan nafas

  • Pingsan di lanjutkan dengan kematian


Kita semua pasti nya tidak mau kan mengalami kejadian seperti itu, maka dari itu wajib hukum nya mempelajari ilmu tentang pecinta alam jika kita ingin menjadi pendaki gunung yang bisa menikmati keindahan berbagai gunung di Indonesia bahkan di dunia. Namun jika kita hanya modal nekat saja untuk mendaki gunung tentunya resiko kematian selalu membayangi di belakang mengikuti setiap langkah dan bisa setiap saat menyerang kita.





Cara Mencegah Terjadinya Serangan Hyphotermia


Sebaik nya dalam melakukan perjalanan pendakian gunung setidak nya di antara rombongan ada beberapa orang yang menguasai ilmu pecinta alam agar saat dalam kondisi yang tidak di ingin kan ada seseorang yang bisa menjadi penyelamat. Karena biasa nya orang yang menguasai ilmu pendakian akan lebih tenang dalam menghadapi berbagai permasalahan yang mungkin timbul saat melakukan pendakian. Lebih baik mencegah dari pada mengobati bukan, berikut saya berikan tips untuk mencegah terjadi nya Hyphotermia saat mendaki gunung.




  • Sebelum melakukan pendakian kita harus terlebih dahulu mengetahui medan yang akan kita lewati atau pun segala sesuatu tentang gunung yang akan kita tuju tersebut, kita pelajari semua nya.

  • Bawa perlangkapan pendakian seperti jaket, celana lapangan, sleeping bag dan perlengkapan lainnya yang di butuhkan. Jangan hanya membawa tongsis dan kamera untuk persediaan berfoto di puncak saja karena kita tidak tahu apakah akan sampai puncak atau meninggal di jalur pendakian.

  • Hindari celana jeans, karena celana jeans memiliki bahan yang mudah menyerap dingin dan juga akan lama kering saat basah.

  • Selalu memakai pakaian kering, jangan terlalu lama memakai pakaian basah baik basah dari air atau pun keringat dari tubuh.

  • Perhati kan orang orang dalam rombongan dan pastikan tidur saat kondisi hangat.


 
PEMBUNUH UTAMA PENDAKI DI PUNCAK GUNUNG YAITU HYPHOTERMIA

 

Cara Menangani Saat Ada Yang Terkena Hyphotermia


Bukan nya saya menakut nakuti untuk melakukan pendakian karena memang begitu lah kenyataan nya, banyak kematian para pendaki yang sia sia cuma karena kurang nya pengetahuan tentang ilmu pecinta alam. Maka dari itu berpikir lah dua kali untuk melakukan pendakian apabila kurang menguasai ilmu nya apalagi jika dalam rombongan tidak ada yang memiliki kemampuan tentang ilmu pendakian. Namun jika sudah terlanjur ada orang dalam rombongan kita yang terkena serangan Hyphotermia masih bisa di atasi dengan langkah langkah berikut.


Saat Korban Sadar




  • Selalu ajak bicara agar korban tidak kehilangan kesadarannya

  • Berikan makanan yang mengandung kalori seperti coklat hangat, sup hangat atau pun teh hangat

  • Usahakan penderita Hyphotermia selalu bergerak agar suhu badan bisa meningkat

  • Jika kondisi sudah mulai membaik jangan sampai lengah dan perhatikan terus kondisi penderita Hyphotermia agar tidak kembali drop.




Saat Korban Tidak Sadarkan Diri




  • Ganti  lah baju penderita Hyphotermia dengan baju yang hangat, bisa juga sebelum di pakai kan sebaiknya baju tersebut di pakai beberapa menit terlebih dahulu oleh anggota lain agar baju tesebut menjadi hangat.

  • Masukkan orang yang terkena Hyphotermia ke dalam sleeping bag, gunakan cara seperti di atas agar suhu dalam sleeping bag juga menjadi hangat.

  • Memeluk penderita Hyphotermia dengan cara kulit bertemu kulit, ini salah satu cara yang efektif untuk menaikkan suhu badan penderita Hyphotermia.

  • Nyalakan api unggun jika kondisi memungkinkan

  • Jangan biar kan korban pingsan dan berusahalah untuk membuat nya sadar

  • Lakukan cara di atas saat korban mulai sadar.



Itulah sedikit ilmu yang bisa saya bagikan agar kita semua terhindar dari Hyphotermia saat melakukan pendakian. Hobi mendaki gunung memang mengasyikkan bahkan tidak jarang pula mereka menjadi ketagihan untuk terus kembali ke gunung. Namun yang perlu di perhatikan juga bahwa hobi ini menyimpan resiko yang luar biasa yaitu kematian, tentunya kita tidak mau mati konyol di gunung kan ? Maka dari itu sebelum melakukan pendakian sebaiknya belajar terlebih dahulu ilmu nya dan pasti kan berangkat dengan rombongan yang sudah menguasai ilmu pendakian. Dan yang terakhir pesan saya dalam melakukan pendakian yaitu Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, Jangan mengambil apapun kecuali foto, Jangan membunuh apapun kecuali waktu. Sekian artikel tentang pembunuh utama pendaki di puncak gunung yaitu Hyphotermia semoga bermanfaat dan salam lestari.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pembunuh Utama Pendaki Di Puncak Gunung Yaitu Hyphotermia